Kinerja Memori Pada komputer
Seringkali terjadi
salah pengertian atau salah persepsi pada saat membahas tentang memori.
Pengertian beberapa orang bahwa memori adalah 'komponen' yang berbentuk
segi empat dengan
beberapa pin di
bawahnya. Komponen tersebut dinamakan memory
module. Padahal pengertian
sebenarnya memori adalah bagian dari
komputer tempat data – data dan program – program disimpan. Walaupun konsepnya
sederhana, memori memiliki aneka ragam jenis, teknologi, unjuk kerja serta
harga. Secara umum memori terbagi menjadi dua, yaitu memori internal dan memori
eksternal. Memori internal adalah memori yang dapat diakses langsung oleh
processor, contohnya adalah main memori, register dan cache memori. Pengelompokan dari memory internal juga terbagi atas :
RAM (Random Access Memory) dan ROM (Read Only Memory). Sedangkan memori eksternal adalah memori yang diakses oleh processor
melalui piranti I/O, seperti disket dan hardisk. Akan tetapi, pada intinya
keduanya adalah sama – sama tempat penyimpanan data maupun program – program
(Wijaya, 2006, hal.85).
1.
Memori
lokal
Memori ini
built-in berada dalam CPU (mikroprosesor), dan diperlukan untuk semua kegiatan CPU. Memori ini juga disebut register.
2.
Memori
internal
Berada di
luar CPU tetapi bersifat internal terhadap sistem komputer, Diperlukan oleh CPU untuk proses
eksekusi (operasi) program, sehingga dapat diakses secara langsung oleh
prosesor (CPU) tanpa modul perantara, Memori internal sering juga disebut
sebagai memori primer atau memori utama. Memori internal biasanya
menggunakan media RAM
3.
Memori
eksternal
Bersifat eksternal terhadap sistem komputer dan tentu saja
berada di luar CPU, Diperlukan untuk menyimpan data atau instruksi secara
permanen. Tidak diperlukan di dalam proses
eksekusi sehingga tidak dapat diakses secara langsung oleh prosesor (CPU).
Untuk akses memori eksternal ini oleh CPU harus melalui pengontrol/modul I/O. Memori eksternal sering juga disebut
sebagai memori sekunder. Memori ini terdiri atas perangkat
storage peripheral seperti : disk, pita magnetik, dll.(Widodo, 2005,
hal.96).
Pada metode akses memori terdapat empat jenis pengaksesan
satuan data, yaitu : Sequential Access, Direct
Access, Random
Access, dan Associative Access
1. Sequential
Access
Memori diorganisasikan menjadi
unit-unit data, yang disebut record. Akses dibuat dalam bentuk urutan linier yang spesifik. Informasi pengalamatan dipakai untuk
memisahkan record-record dan untuk membantu proses pencarian. Mekanisme
baca/tulis digunakan secara bersama (shared read/write mechanism), dengan cara
berjalan menuju lokasi yang diinginkan untuk mengeluarkan record. Waktu access
record sangat bervariasi. Contoh
sequential access adalah akses pada pita magnetik.
2. Direct Access
Seperti sequential access, direct
access juga menggunaka shared read/write mechanism, tetapi setiap blok dan
record memiliki alamat yang unik berdasarkan lokasi fisik. Akses dilakukan secara langsung terhadap kisaran umum
(general vicinity) untuk mencapai lokasi akhir. Waktu aksesnya bervariasi. Contoh direct access adalah akses
pada disk.
3. Random Access
Setiap lokasi dapat dipilih secara
random dan diakses serta dialamati secara langsung. Waktu untuk mengakses
lokasi tertentu tidak tergantung pada urutan akses sebelumnya dan bersifat
konstan. Contoh random access adalah sistem memori utama.
4. Associative Access
Setiap word dapat dicari berdasarkan
pada isinya dan bukan berdasarkan alamatnya. Seperti pada RAM, setiap lokasi
memiliki mekanisme pengalamatannya sendiri. Waktu pencariannya tidak bergantung
secara konstan terhadap lokasi atau pola access sebelumnya. Contoh associative
access adalah memori cache.
Kapasitas register (memori lokal) dinyatakan dalam bit. Kapasitas memori internal biasanya
dinyatakan dalam bentuk byte (1 byte = 8 bit) atau word. Panjang
word umum adalah 8, 16, dan 32 bit. Kapasitas memori eksternal biasanya
dinyatakan dalam byte. (Wijaya, 2006, hal.46)
Tingkatan/
Hirarki dari memori

Keterangan dari gambar diatas adalah, semakin kebawah
hirarki, maka :
1. Penurunan harga per bit nya
2. Peningkatan kapasitas
3. Peningkatan waktu acces
4. Penurunan frekuensi acces memori oleh CPU